Puisi (Beku Aku dalam Diam)

oleh Arinah Fransori pada 08 Juli 2011 jam 23:05

Aku selalu diam teman

Bukan kau yang selalu bicara

Aku bisu, mulutku rapat, aku tak mampu apa-apa

Aku goyah, sepertimu juga teman

Tak mampu berdiri dengan sempurna

 

Bekukan saja darahku

Diamkan aku dalam relungmu

Aku tak pandai bersedih

AKu hanya bisa diam

Aku beku dalam diam

 

 

Kau seroja, seperti lilitan angin di sayapku

Aku semai, seperti gundakan tak bergerak

Sunguuh, inginku menyapamu

Menyambutmu dengan senyumku

Memelukmu dan memeranggul dirimu

 

 

Tapi aku masih beku dalam diam

Aku terjebak dalam ingatan

Terjerat molekul titik es yang beku

Seumpana aku pelangi

Sungguh aku tak hanya muncul di pagi hari

Aku ingin setiap detik menemani langit

Memberikan kecerianku, membagikan sinarku

Ingin ku sapa dalam diam

Dirimu sungguh sang pujaan

 

(by:nenggelisfransori) *kreasi anak sastra, catatan kecil, ungkapan hati, ide, pemikiran dan sebuah inspirasi. Teruslah Berkarya.

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s