Kumpulan Puisi

petak kaca mata
oleh Arinah Fransori pada 24 Juni 2011 jam 23:24

aku melihat kaca mata yang sama

buram hitam dan bergejolak

seharusnya aku bisa melihatmu

di balik kacamata itu

kacamata yang sama

petak kaca mata dengan rona

seseungguhnya ingin ku miliki itu

petak kaca mata

bukan simestris

petak kaca mata itu menutupi

bola mata yang indah melingkar

hitam pekat dan memikat

memikat semilir hati

menjamu rona di pipi

aku rindu petak itu

raib dari tatapan

namun membekas di ingatan

rindu bait sajak

sajak kaca mata

kaca mata kelabu

pemilikmu

 

Rayuan Rindu
oleh Arinah Fransori pada 25 Juni 2011 jam 23:25

Rasa ini takkan terganti

Biarlah aku mencintaimu dengan sederhana

Seperti anggukan rembulan malam

Seperti redupnya lilin-lilin kecil dihatimu

Raksasa tembok itu

Membelakangi, menelanjangi pandanganku

Setiap aroma sayup tubuhmu

Mewarnai pikiranku

Seperti apa sesungguhnya romansa

Alurnya memilukan

Tanpa melihatmu sesungguhnya aku hampa

Laksana kering kerontang

Rumahmu yang sepi

Ada di sebrang sana

Sungguh benar ingin ku kirimkan rayuan

Rayuan rindu dan kelu

Tuk serona rona wajah merahmu itu

Rumah tetanggaku yang sepi

Hijau rumput pun sama tak meramaikan

Sungguh seperti riak tak beramai

Pria muda dan sepi dan pemalu

Duduk di teras tetanggaku

Risau

Tak pernah tersampaikan rindu

by : arinah *sarjana baru (inspirasi malam hari)

 

 

Bersahabat dengan Sepi
oleh Arinah Fransori pada 06 Juli 2011 jam 21:20

Kata sepi adalah temanku

Sepintas malam aku sendiri

Rayap-rayap tersenyum menertawakanku

Mengawasi aku dari kejauhan

Aku yang menunduk lesu di malam minggu

Seperti aku yang setia kawan dengan sepi

Sobat karibku sepi

Menemani aku detik demi detik

Neraca pengukur malam

Ini pukul sembilan

Aku ingin teman baru Aku ingin berteman dengan senyum

Aku juga ingin bertemu dengan siang

Siang hari yang membawa dirinya

Dirinya yang dulu duduk di sebelahku

Dirinya yang telah membawa lari senyumku

Dirinya yang mencuri semangat dan perhatianku

Dirimu satu

Malam aku terjaga

Hanya sekedar tuk mengingatmu jua

Kelopak mata birumu

Apakah telah tertutup sayu

Aku ingin tahu

Apakah ngengat itu masih menemani

Bermunajat dan duduk di serambi hatimu

Aku benci ngengat itu

Ngengat yang rupawan nan elok itu

Menerawangi hatimu Menjelma menyusup relungmu

 

 

 

Ngengat di Malam Hari
oleh Arinah Fransori pada 30 Juni 2011 jam 23:53

Ngengat di malam hari

Berbau anyir, kecut

Jemari lara mencerca

Ngengat di malam hari

Busuk menopang sendumu

Ngengat

Aku ingin menggulungmu

Menata dirimu di tepian ranjang

Menyimpanmu rapi dalam laci

Menjauhkanmu dari muridku

Menjauhkanmu dari pakaianku

Dan dari dirinya yang ku puja

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s