PUISI

Jas Safari Ayah

 

 

 

 

 

By: Arinah Fransori

Setiap pagi ku nyalakan api, aku menyetrika

Merapikan baju ayah

Menyeka baju safari ayah dengan mantra

Ku percikan air daun pandan hijau

Ku gumamkan jampi-jampi

Ayah lupakan dia

Lupakan ibu muda

Aku ingin hanya ada nama bunda

Jampi itu tak berhasil

Ku kutuk ayah dengan murka

Ku hujat ayah dengan marah

Tapi tak bergetar

Ia masih menyongsong asa lamanya

Entah itu apa

Yang jelas cinta terbagi dua

Rumah dua

Kamar dua

Pintu kaca dua

Yang ku tahu

Ia pulang seminggu sekali

Menjenguk isi bakul kami

Masihkah ada nasi?

Tapi aku tak butuh nasi

Aku butuh ayah yang sendiri

Aku juga tak butuh adik lagi

Mereka-reka dan meraba-raba

Ukuran jas ayah masih sama

Kancingnya ada, kerahnya tak berubah

Tapi kini jasnya pindah

Kadang di sini dan disana

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s