Keledai dan Setoples Kacang

Keledai dan Setoples Kacang

by:  Arinah Fransori

Kedelai duduk di sebuah kursi di kebun. Ia duduk sambil membawa satu buah toples yang berisi kacang. Kacang itu diberikan oleh ibunya, saat ini ibunya sedang pergi memanen buah. Ia duduk santai, sambil menunggu ibunya. Kemudian ia melihat toples kacang itu. Lama, ia memperhatikan toples yang berisi penuh kacang. Toples itu berbentuk bundar dan bagian atasnya sedikit mengecil. Ia sangat merasa lapar, hendak menyantap semua kacang-kacang itu dalam sekejap. Ia hendak menghilangkan rasa lapar yang sangat menderanya. Si kedelai merapat ke meja. Ia mengambil setengah genggam kacang dari toples itu. Kemudian ia melahapnya dalam sekejap. Ia terus melakukan hal itu, namun lama kelamaan ia bosan. Ia merasa begitu lama jika harus mengambil kacang itu hanya setengah genggam kecil tangannya. Bagian permukaan lingkaran toples yang mengecil itu membuat si Keledai tidak bisa mengambil segengam penuh kacang. Ia kemudian berpikir, apa yang harus ia lakukan agar bisa mengambil banyak kacang-kacang itu. Lama ia berpikir dan mencoba hasilnya masih sama. Tanggannya tidak bisa keluar dari mulut toples jika ia mengambil segenggam penuh kacang. Lama-lama si keledai menjadi kesal dan marah. Rasa laparnya membuatnya menjadi emosi. Ia terus mencoba dan berusaha, tapi tangannya juga tetap tidak bisa meraih kacang itu segenggam penuh.   Lalu tanpa sengaja dengan emosi, si keledai malah memecahkan toples itu. Toples kaca pecah dan isi kacangnya berhamburan ke tanah. Kacang itu berhamburan di kebun dan ia sekarang tidak bisa memakan lagi kacang-kacangnya itu. Ibu si kedelai kembali. Ia melihat kacang-kacang berhamburan di tanah. Kemudian si anak kedelai pun menceritakan apa yang terjadi tadi. Mendengar hal itu ibunya mengatakan ”seharusnya kamu memakannya sedikit demi sedikit saja” ucap ibu keledai. Dengan mengambil setengah genggaman kamu akan lebih mudah mengambilnya. Walaupun lama dan sedikit demi sedikit, namun jika kamu tetap memaksakan satu genggaman penuh tanganmu juga tidak bisa keluar dari toples ini.

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s