Dongeng Wortel yang Baik

By:  Arinah Fransori

Adik kecil sedang bersedih. Ia menangis karena hari ini mereka akan pindah rumah. Adik kecil bersama ibu, ayah dan kak Tomi mereka pindah ke tempat yang jauh. Di sebuah perkebunan yang indah dan asri. Adik kecil sedih karena tidak bisa bermain dengan teman-temannya lagi.

Namun, setelah beberapa hari pindah rumah, adik kecil merasa senang. Di rumah barunya adik bisa bermain sepanjang hari di kebun. Adik bermain bersama Kak Tomi, mereka bermain kelereng, bermain rumah-rumahan dan adik suka sekali memanjat pohon jambu di sekitar kebun.

Adik suka sekali bermain di kebun, karena ia mempunyai banyak teman baru. Teman-teman baru adik adalah kakek pohon yang bijaksana, tomat yang ramah, sawi yang ceria dan wortel yang baik.

Walaupun suka sekali bermain dengan mereka, tapi adik tidak suka dengan wortel yang baik. Adik sangat tidak suka makan wortel, mencium baunya ia tidak suka apalagi memakannya.

Jika mereka bermain di kebun, wortel yang baik hanya diam. Ia tidak ikut bermain, wortel yang baik hanya melihat-lihat. Oleh karena itu wortel yang baik sangat sedih, padahal ia ingin sekali bermain bersama mereka. Bermain petak umpet, bermain bola, membaca cerita atau mendengarkan kisah-kisah lucu yang diceritakan oleh kakek pohon yang bijaksana.

Suatu siang wortel yang baik sedang duduk di kebun. Ia menundukan kepala dan bersedih. Seperti biasanya ia hanya memperhatikan adik kecil yang bermain bersama tomat yang ramah. Mereka sedang bermain rumah-rumahan.

Kak Tomi mendekati si wortel yang sedang bersedih. Ia turut bersedih pula atas perlakuan adik kecil yang enggan bermain bersamanya. Lalu kak Tomi berjanji akan bicara dengan adik kecil untuk mau bermain bersama wortel yang baik.

***

Sore itu adik kecil duduk sendiri di kebun, ia tidak bermain karena tomat yang ramah dan sawi yang ceria sedang sakit. Daun-daun tomat dan sawi terkena hama, jadi mereka tidak bisa pergi bermain.

Lalu tak berapa lama kak Tomi mendekat, ia bertanya kenapa adik tidak suka dengan wortel yang baik. Mengapa adik pula tidak suka makan wortel, padahal wortel juga sangat baik untuk kesehatan mata, ucap kak Tomi bercerita.

Aku tidak begitu suka dengan rasa dan bau wortel itu kak, jawab adik kecil murung. Lalu mengapa adik suka bermain dengan tomat, bukankah rasa tomat juga tidak enak. Tomat itu ramah dan pintar membuat saus atau jus yang enak kak. Jadi saya suka dengannya. Oh, begitu, tapi bukankah wortel juga baik hati, kenapa kamu tidak bermain dengannnya?

Adik cuma diam, ia memegang bola kecil ditangannya. Lalu tampak dari kejauhan seperti biasa wortel yang baik memperhatikan adik kecil. Wortel yang baik mendengar ucapan itu dan dengan segera ia pulang. Ia belajar cara membuat jus wortel yang enak.

Setelah berapa lama wortel yang baik mencoba membuat jus yang enak, tapi ia tidak berhasil. Rasa jus wortel yang dibuatnya tidak seenak yang ia bayangkan. Namun wortel yang baik tidak berputus asa, ia terus mencoba.

Setelah gagal beberapa kali, akhirnya wortel yang baik bertanya pada kak tomi bagaimana menyelesaikan masalahnya. Dan tentu saja dengan senang hati kak Tomi mau membantu wortel yang baik. Mereka membuat jus yang enak dengan menambah jus dengan aneka makanan tambahan lainnya seperti susu.

Ditempat lain adik kecil kesepian, ia tidak punya teman bermain. Lama adik berpikir, sebenarnya ia berniat untuk mengunjungi wortel yang baik. Tapi ia takut wortel yang baik tidak mau bermain dengannya.

Tapi, setelah cukup lama adik memutuskan untuk mengunjungi wortel yang baik. Ia menuju rumahnya dan menemukakan kak Tomi dan wortel yang baik sedang menikmati jus yang enak.

Adik kecil lalu bergegas masuk kerumah, ia ingin mencicipi jus yang mereka buat. Ia penasaran sepertinya jusnya enak sekali. Setelah duduk dan menyapa si wortel adik mencicipi jus itu. Dan tentu saja dengan senangnnya adik menghabiskan jus yang dihidangkan diatas meja.

Adik senang sekali sekarang, ia sudah mulai menyukai si wortel yang baik hati. Adik tahu sebenarnya bahwa rasa wortel yang ia tidak suka itu hanya karena adik memang tidak pernah ingin mencobanya. Mulai sekarang adik sangat senang karena ia bisa bermain bersama teman-temannya, tomat yang ramah, sawi yang ceria dan wortel yang baik teman barunya kini.

Karya : Arinah Fransori

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

2 Responses to Dongeng Wortel yang Baik

  1. yulis says:

    Sip dongengnya….arigato telah mau sharing…

  2. FRANSORI says:

    alhmdllh, makasih ya udah baca dongengnya
    salam knal
    makasih jg atas kunjuangannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s