RESENSI FILM LASKAR PEMIMPI

Pemain:

Sri Mulyani (Tika Panggabean), Udjo (Udjo Project Pop), Tumino (Gugum Project Pop), Ahok (Odie Project Pop), Toar (Yosi Project Pop), didukung juga oleh Shanty, Masayu Anastasia, Gading Marten, T Rifnu Wikana, Marcell Siahaan, Candilpral Jono (Dwi Sasono), Sutradara : Monty Tiwa, Penulis : Monty & Eric Tiwa, Produksi : Starvision Plus, Genre : Komedi – Perang – Musikal

Film yang menarik dengan ide cerita yang unik, berlatarkan suasana perjuangan yang penuh semangat. Mengingatkan kita bahwa perjuangan pahlawan kita terdahulu begitu berharga. Momen yang pas untuk memperingati sumpah pemuda.
Pesan yang mendalam saat adegan terakhir dialog Letkol Soeharto dengan pasukannya.
“bahwa akan banyak nama-nama pejuang dan pahlawan yang telah berkorban akan di lupakan, tapi ini wujud cinta tanah air “.
Selanjutnya, terserah anak-cucu kita, mau dimana arah negeri ini.
Perjuangan Serangan Umum 1 Maret, disajikan dengan cukup apik. Tapi, akan lebih menarik jika dikemas dengan lebih fantastic. Tambahan ribuan pasukan dan balatentara, para pejuang. Baku tembak, dan hantaman granat yang bertubi-tubi akan lebih mengagumkan. Serangan dengan bambu kuning, dan tanda janur kuning di bahu akan memcerminkan karakter bangsa.
Selain itu, inginnya sih pengen tahu karakter Kopral Jono, hehehe!
Namanya cukup eksis, ditelinga. Bagaimana karakternya? Apakah seperti Panglima-panglima besar seperti Panglima Kim Yu Shin (Panglima Besar Kerajaan Shila, seperti di Film Drama Korea Queen Seondeok, hahaha!). Pengennya sih ada film khusus, yang mencerminkan kebaikan, kesantunan, berjiwa tangguh dan bersemangat, wujud karakter pemuda dengan budaya Indonesia. Supaya bisa jadi suri tauladan bagi pemuda sekarang. Kita tahu pemuda sedikit kurang antusias mengenai hal itu.
Film ini lucu, menyajikan banyolan unik. Tapi, kadang ada adegan yang terlalu konyol. Menurutku hal itu tidak lucu, rada lebay! hehehe…
Tapi, ada juga malah yang tertawa terpingkahl-pingkal nggak berhenti.
Suasana bioskop cukup sepi, padahal hari minggu. Mungkin karena nonton sesion pemutaran ke-1 jadi tidak terlalu ramai.
Rekomendasi film yang menarik untuk hiburan.
SINOPSIS

Agresi Militer Belanda II bulan Desember 1948 membuat Sri Mulyani (Tika Project Pop) terbuang dari kampung halamannya di Maguwo, Jawa Tengah. Sri yang lugu mengembara sampai ke wilayah Panjen dan bertemu dengan pasukan gerilya Indonesia pimpinan Kapten Hadi Sugito (Gading Marten) yang sedang membuka pendaftaran anggota baru

Bersama Sri hari itu, Udjo, putra seorang ningrat yang mendaftarkan diri karena diperdaya Wiwid (Shanty) gadis pujaan hatinya. Selain itu, ada Ahok (Odie Project Pop) dan Tumino (Gugum Project Pop), pemuda desa dari wilayah sekitar Panjen. Mereka kemudian bergabung dengan Toar (Yosi Project Pop) pemuda rabun yang sudah lebih dulu menjadi gerilyawan, Kopral Jono (Dwi Sasono) yang sering diturunkan pangkatnya, dan Letnan Bowo (T. Rifnu Wikana) tangan kanan Kapten Hadi Sugito.

Sebelum Sri dan teman-temannya mendapat bekal bertempur yang memadai, pasukan KNIL di bawah pimpinan Letnan Kuyt sudah menyerang basis mereka, desa Panjen. Letnan Kuyt menculik Wiwid dan adiknya, Yayuk (Masayu Anastasia) hingga menimbulkan kemarahan Kopral Jono dan anggota baru gerilyawan Panjen

Di bawah pimpinan Kopral Jono, laskar yang minim pengalaman itu nekad kabur dari markas untuk membebaskan teman-teman mereka. Dengan hanya mengandalkan keterangan dari Once (Oon Project Pop) tentara KNIL yang mereka tawan, dan laskar mbalelo itu menyerbu markas Letnan Kuyt. Akibatnya, mereka malah terdesak lalu ikut ditawan. Untunglah Letnan Bowo dengan pasukan Panjen lainnya menyusul dan membebaskan mereka

Ulah Kopral Jono dan anak buahnya itu membuat Kapten Hadi murka. Mereka dipecat dengan tidak terhormat. Hal ini membuat mereka tidak diikutsertakan dalam serangan besar ke Yogya tanggal 1 Maret 1949 yang dipimpin Letkol Soeharto. Tapi, semangat bertempur Kopral Jono dan para laskar terbuang itu tidak surut. Diam-diam mereka bergerak sendiri mencegat pasukan bantuan Belanda dalam suatu misi nekad, mereka dikenal sebagai pasukan elite oleh pasukan Siliwangi, dan turut mencatatkan sejarah sebagai pahlawan ugal-ugalan yang terlupakan

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Catatan Kecil. Bookmark the permalink.

2 Responses to RESENSI FILM LASKAR PEMIMPI

  1. ahmadtaufik @ahmadtaufikhdyt says:

    trimakasih ane terbantu ni,,,,soalnya ada tugas dari dosen tuh,, hhehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s