Resensi Buku

Kisah Anak Berlian Walau Hidup Tanpa Berlian

Judul Buku                   : Menembus Batas

Nama Penulis               : Budi Setiadi dan Tim Ziyad Visi Media

Tahun Terbit                 :  2010

Penerbit                        : Kelompok Ziyad Visi Medi

Jumlah Halaman            : 179

ISBN                           : 978-602-8512-27-5

Harga                           : Rp. 36.000,-

Optimis adalah jawaban yang tepat untuk setiap masalah. Tak ada masalah yang tak terselesaikan jika kita optimis. Optimis adalah salah satu kunci kesuksesan dan keberhasilan. Kini setiap orang selalu mengelu-elukan setiap masalahnya yang ada. Orang-orang menggerutu ramai, jika ada masalah yang membelitnya. Kurang cermat berpikir sehingga melakukan hal-hal negatif sebagai bentuk pelampiasan dan menjadi putus asa. Seharusnya kita lebih bijak dan cermat, belajar dari kisah seorang bapak yang sederhana. Seorang bapak yang penyayang dan mampu mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak yang cerdas dan berprestasi.

Sebuah pepatah bijak mengatakan ”Orang lemah yang optimis, lebih baik dari pada orang yang mampu namun pesimis. Optimis kadang merubah kelemahan menjadi sebuah kekuatan”. Sama halnya dengan bapak yang satu ini, buku ini mengisahkan seorang bapak yang mampu mendidik anak-anaknya menjadi anak yang berprestasi. Walaupun hanya seorang yang sederhana dan bekerja sebagai seorang pegawai pasar, tepatnya anggota HPPK (Himpunan Pedagang Pasar Klewer) yang pekerjaannya adalah menarik iuran ke ratusan pemilik pasar Klewer—Surakarta dan kadang juga bekerja sebagai seorang kuli disana. Jumlah penghasilannya terkadang perbulan hanya sekitar Rp. 450.000.

Dimana ada kemauan pasti ada jalan, itulah pesan yang disampaikan dari kisah ini. Bijak dan tetap sabar menghadapi segala macam rintangan, adalah cara yang dilakukan bapak yang satu ini. Hal yang menarik, walaupun bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan, namun istimewanya sekolah tempat anak-anaknya belajar bukan universitas biasa. Sebuah univeristas yang memiliki kriteria yang baik, misalnya enan orang anaknya. Tiga anak-anaknya tersebut belajar di universitas terkenal di Indonesia. Universitas yang berhasil menempati rangking 400 besar didunia. Dua orang anaknya kuliah di UGM dan yang satu lagi kuliah di ITB. Dengan fakultas yang dipilih adalah fakultas yang memiliki persyaratan biaya dan grade-nya yang tinggi, yaitu fakultas Teknik. Kisah seorang bapak yang mampu mendidik anak-anaknya yang menjadi berlian dengan prestasinya. Dengan penuh tekad dan kesabaran serta bertawakal kepada Allah, bapak ini mampu membimbing anak-anaknya untuk mengeyam bangku pendidikan.

Menariknya lagi, salah satu putrinya sedang melaksanakan penelitian sebelum ia melanjutkan program magisternya di Jerman. Fantastis, dan mengagumkan. Bapak yang sederhana ini, memiliki anak-anak yang cerdas dan berbakat. Kemudian ketiga anaknya yang terakhir juga tak kalah berprestasi, anak-anaknya sekolah di sekolah unggulan, dan salah satunya sekolah di SMA SMART EKSELENSIA INDONESIA Bogor. Enam orang anak-anak yang berprestasi dan begitu membanggakan, lahir dan besar dikeluraga sederhana. Tinggal dibangunan yang kecil dan sederhana, dan hidup dengan kesederhanaannya. Mampu menjadi seorang anak-anak yang pintar dan cerdas.

Bapak Budi, biasa ia disapa. Saat kecil ia di lahirkan ditengah-tengah keluarga non-muslim, yanng taat hingga ia tumbuh menjadi pemuda yang sederhana. Namun, jalan hidup seseorang tidak ada yang tahu. Ketika Budi yang sederhana memutuskan untuk menjadi mualaf. Ia mengucapkan syahadat dan menjadi seorang muslim, karena hal itu ia dikucilkan dari keluarganya dan memutuskan untuk hidup sendiri. Ia menekuni keyakinan dengan keteguhan hatinya. Sampai ia dipertemukan dengan seorang wanita yang dikucilkan dari daerahnya, karena ia memaksa untuk mengenakan jilbab. Jalan-jalan kekuasaan Allah begitu besar, hingga ia bisa melewati segala macam cobaan dalam hidupnya. Hidup dengan sederhana, makan dengan lauk pauk seadanya dan selalu bersyukur kepada atas apa yang dimiliki, adalah pelajaran yang bisa dipetik dari kisah buku ini.

Membaca buku dari bab perbab, membuat merinding, mendengarkan kisah haru keluarga sederhana ini. Terhanyut dan terbawa akan kisah lembut dan mengelitik hati untuk tetap tegar dan optimis dalam hidup. Benar-benar menginspirasi, seorang yang tidak akan pernah menyerah akan keterbatasan dan kemiskinan. Sebuah gambaran perjuangan hidup, yang benar-benar ada disekitar kita. Bagaimana sulitnya menembus batas-batas dan sekat-sekat kemiskinan.

Buku ini layak dibaca untuk semua lapisan, baik pelajar, mahasiswa,  masyarakat umum. Golongan eksekutif maupun golongan kelas rendah, tak ada batasan. Buku yang benar-benar mampu menyadarkan kita, bahwa segala macam tantangan dan rintangan mampu dihadapi. Optimis dan selalu optimis, pantang menyerah dalam melakukan sesuatu adalah sebuah jawaban untuk kesuksesan.  (arin).

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Catatan Kecil. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s