My ROOM

Kamar adalah hunian yang nyaman, sebagai tempat privasi untuk melakukan segala aktivitas sesukamu. Jika ingin melamun dan berdiam semalamam, suntuk dan berjingkrak-jingkrak menari. Sesukamu!
Seisi dan terurai hari untuk melihat dan mengisahkan kisah kamarku.
Tempatku bereskpersi, berkarya dan bersedih!

Tazmania, sepasang boneka beruang putih bersiul, boneka lagi, si Winie the Pooh, beruang Pio, Tiger, dan si putih bertengger di kamarku. Mereka seolah menyapa, menghiasi dan menyesaki ruang kamarku. Mungkin tampak berantakan, tapi aku suka dengan adanya mereka aku tersenyum. Melihat berbagai warna bertengger, menyelami dan merasuk relung di hati ini.
Sedikit sadis, membungkus mereka dalam plastik. Mengurung dan mengekang mereka dari udara dan membiarkan mereka tak bernafas tanpa oksigen. Tapi tak apa, toh mereka hanya boneka. Cuma pajangan dan hiasan.

Maju 2 petak, kan kau temui pandangamu pada seekor penguin yang mematung, ditemani si beruang kuning tak bernama. Sebaliknya disebelahnya ada seekor anjing dengan warna merah muda. Anjing yang aneh dengan topi diatas kepalanya.

Lain lagi ada, si Mio tersenyum, seekor beruang kuning dengan baju merah menyala. Dengan perut koyak termakann usia, ia tetap ‘nyengir’. Berikutnya ada si beruang hitam putih dengan pita merah di leher. Ternyata sama, hingga kini aku tak memberikannya nama. Kasihan!

Ada yang paling disudut, boneka pertamaku. Saat aku masih kecil. Mungkin saat aku masih SD. Si kucing berwarna abu-abu pekat. Badannya keras dan kaku, ekornya lenyap entah kemana. Matanya tinggal satu, telinganya sudah tak ada. Badannya butul.
Tragis.

Kini hanya sisa senyum kecil dibibirnya yang terkelupas. Dia ku beli di kaki lima, dengan uang lima 5 ribu rupiah yang ku celeng rupiah demi rupiah. (5 Ribu mungkin dulu nilainya cukup banyak) Kasihan kini, aku tak lagi memeluknya dan memperhatikannya. Ia hanya seoonggok sampah mungkin bagiku kini. Tapi dulu, boneka kucing itu selalu ku bawa kesana kemari. Namun, saat ini, aku lupa entah siapa namanya dulu. Katy, Manis atau siapa aku tak ingat lagi. Ku ingat dulu sedikit, ia menemaniku kesana kemari dan mengajariku bagaimana menabung.

Di sebelahnya ada Pudin, boneka bersejarah. Aku membelinya saat aku masih SMA, aku membelinya dengan harga cukup murah. Aku membelinya di Nanda Fancy Shop, disebelah tempat les bahasa inggrisku. Seukuran boneka kecil dan tak berkwalitas nomor satu. Boneka bebek, mirip donal duck!. Memakai topi hijau dan dasi pita berwarna orange. Pudin dulu selalu ku bawa ke sekolah, aku gantungkan ia di ranselku. Ukurannya cukup besar jika di pajang di ransel. Cukup menarik perhatian, dengan warnanya yang cerah.

Pudin seperti pelawak, ia selalu menjadi bahan hiburan kami waktu SMA. Aku ingat bagaimana Sarwenda tertawa terbahak-bahak, saat Didik memainkan boneka itu. Didik menjadikannya boneka tangan. Haha…! Kasihan Pudin kadang teraniaya. Sebenarnya lucu, nama boneka kok Pudin. Seperti nama orang saja, atau sama seperti mamang jualan pempek di gerbang sekolah.

Satu lagi yang bermakna, boneka beruang Pio, berukuran besar dengan memegang boneka berbentuk hati ditanggannya. Pio diberikan Heny, sahabat kecilku (dari TK hingga SMA). Dulu juga Pio sebagai teman yang selalu menemaniku di malam hari, ia tidak aku katup dengan kantong plastik, aku letakkan ia disebelah bantalku. Tapi kini sudah dewasa, seperti cukup malu untuk membawa boneka kemana-mana.

Lain itu, yang menghiasi kamarku adalah Harry Potter. Hmm..Hmmm! Tanpa sadar aku telah mengkoleksinya cukup banyak. Padahal kini aku tak lagi mengumpulkan barang-barang itu. Seingatku masa SMP dan SMA-lah aku gencar mencari dan mengkoleksi segala sesuatu tentang Harry Potter. Terpanjang disana-sini, buku, map, VCD, novel-novelnya, note, hingga tongkat sihirnya. Banyak mungkin tak mampu ku sebutkan satu-satu.

Ada pajangan, gambar mesjid. Ini asli dan alami, karya temanku sendiri, sebagai tanda ucapan selamat idul fitri. Seorang teman yang pandai menggambar dan kini ia kuliah di tehnik sipil. Wajar, ia memang mahir menggambar, detil hinga detil masjib seperti mau di cetak dan disulap menjadi masjid sungguhan.

Aku pajang disana, sebagai wujud penghargaan karena karyanya yang indah. Seorang teman yang kini mungkin sedang tertatih tapi maaf aku bingung bagaimana membantumu. Semangat boy! Lanjutkan hari-harimu hingga kau jadi sarjana. Sebagai teman aku hanya bisa membantu dengan do’a.

Di kamarku, ada lemari pakaian, kusi dan meja belajar. Lampu biru sebagai penerangan, kumpulan gelas dari berbagai kenangan. Kemudian deretan buku-buku disana-sini, lalu ada lagi pajangan sterofom berwarna ungu, cantik dan indah dengan hiasan stoberi ketupat dan foto-foto sederhana. Ada foto-foto SJI (Sekolah Jurnalisme Indonesia) dan 3 Sahabat Potter mania. Berikutnya, tulisan yang terbuat dari flannel bertuliskan“Arinah” bertengger pula disana, sebagai karya dan hasil kerja tanganku sendiri.

Ada pula radio-tape yang tak lagi ku gunakan, bingkai, jam weker berwarna hijau, dan lampu kecil sebagai pajangan. Inilah pandangan yang setiap hari ku lihat dikamarku, sedikit sesak, tapi aku suka seperti ini. Berekspresi dengan berbagai kesukaanku dan kegemaranku.

Lemari dengan 4 jenjang berjejer, namun hanya tampak tiga. Ada tulisan Ungu dan The Titans, ada gambar Ungu dan Harry Potter. Diatasnya ada pajangan .lampu dengan motif hati berwarna merah dan bintang berwarna merah muda. Secuil kenangan, itu hadiah ulang tahun dari sahabat tercinta (temanku dari TK hingga SMA).
Trims, temans.
Disebelahnya ada jendela, dengan gorden berwarna merah dan berlingkar. Teriring dan tertiup angin kawan.

Ada lagi kotak pensil, bertuliskan logo kebanggaan “potter” berisi bermacam-macam wujud. Bukan hanya pena, pensil, stabile, peruncing, penghapus, hingga MP4 yang rusak pun bercengkrama disana. Ramai seperti kantong ajaib doraemon.

Ada tempat tidur, dengan hiasan bantal kepala Winie the Pooh berwarna kuning, dengan seprei berwarna biru. Ada bantal, ada guling dan ada selimut, seperti pada umumnya. Ini tempat tidur sederhana namun nyaman untuk tidur siang. Ada udara dari jendela yang besar, dengan hiasan gantungan angin berwarna merah muda memudar.

Pink

 

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Catatan Kecil. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s