Pemuda, Cikal Bakal Perintis Pendidikan di Masa Depan (PPL di SMP N 6 Palembang)

“Melalui kegiatan PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) di harapakan mampu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Ya, walaupun semuanya tidak mungkin kita lakukan sendiri, namun pada dasarnya dimulai dan diawali dari diri kita sendiri dahulu”, ungkap Ibu Dra. Erliana, MM selaku kepala sekolah SMP N 6 Palembang. Pada acara Penerimanaan mahasiswa PPL FKIP UNSRI di SMP N 6 Palembang. Senin (24/08/2010).

Acara tersebut dimulai sekitar pukul 07. 45 WIB dengan di hadiri kepala sekolah SMP N 6 Palembang, beserta wakil kepala sekolah. Dosen pembimbing PPL Drs. Kasmansyah, M.Si, mahasiswa peserta PPL FKIP UNSRI berjumlah 18 orang dan guru-guru/ staf pengajar di SMP N 6 Palembang.

Pada kata sambutannya Ibu kepala sekolah mengatakan bekerja dan bersungguh-sungguh melaksanakan PPL di SMP N 6, merupakan salah satu bentuk upaya meningkatkan mutu pendidikan. Walaupun hal itu berupa hal kecil, namun semuanya sangat bermakna.

Pemuda adalah tokoh utama dalam nuansa kehidupan, sebagai lakon kedua setelah para pelaksana dan pemimpin bangsa. Pemuda adalah jendela bangsa, mendirikan dan mengukuhkan dirinya sebagai pemikir dan pemberi apresiasi.

Dari kegiatan PPL ini, mahasiswa diharapkan mampu mengambil dan memetik banyak manfaat, baik dari bidang admistrasi sekolah, melihat bentuk dan ragam kegiatan belajar mengajar yang sesungguhnya. Mahasiswa dapat melihat proses belajar, baik materi pelajaran maupun bagaimana kondisi didalam kelas dan bagaimana menghadapi siswa. Hal ini pula sebagai media latihan yang real, bagaimana berkecimpung dan bekerja sebagai seorang guru.

/

Selanjutnya, Ibu Erliana menambahkan dalam proses PPL di SMP N 6 Palembang mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan dengan sebaik-baiknya. Bila ada yang kurang pas selama bertugas, maka diharapkan melaporkan dengan guru ata kepala sekolah. Mahasiswa yang masih bersemangat menggebu-gebu, dengan idealisme yang tinggi akan membawa proses pembelajaran yang baik.

Selain itu, diharapkan pula mahasiswa dapat melaksanakan proses pembelajaran berbasis IT, sehingga mutu pembelajaran akan lebih baik. Mahasiswa dapat menggunakan Infokus, serta sarana dan prasarana yang tersedia. Dalam proses belajar mengajar pula mahasiswa yang melaksanakan praktek diharapkan dapat memberikan proses belajar yang baru dan menyenangkan. Dengan menggunakan model-model pembelaran yang menarik, baik dengan model permainan, sehingga akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. Memberikan proses pembelajaran yang menarik, sehingga memaksimalkan peran siswa yang aktif dan menjadi seorang guru yang melaksanakan proses belajar yang baik, ujar Bu Erliana.

Kepala sekolah pula menambahkan dengan kegiatan PPL ini pula dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara mahasiswa, siswa, guru, dan pihak sekolah. Jika ada hal-hal yang kurang berkenan dan berdampak negatif sebaiknya dibicarakan dengan sebagaimana mestinya agar tercipta suasana yang menyenangkan dan membawa citra yang baik pula.

Selain itu dosen pembimbing Drs. Kasmansyah, M.Si dalam kata sambutannya mengungkapkan menjadi seorang guru harus bersikap sebagaimana mestinya dengan menegakkan sistem etos kerja yang sesuai. Bahwa seorang guru tidak boleh cenggeng dan harus mampu melawan tantangan-tantangan yang ada.

Kegiatan PPL ini secara resmi dilaksanakan pada Senin, 23 Agustus 2010 lalu, dalam acara Pelepasan Mahasiswa PPL yang dilaksanakan di Aula Pasca Sarjana Unsri Bukit. Kemudian mahasiswa melaksanakan praktek di sekolah-sekolah dimana mereka telah ditugaskan.

Bapak Kasmansyah mengatakan kegiatan PPL ini dilaksanakan dari tanggal 23 Agustus hingga 20 November 2010. Dengan agenda kegiatan yaitu pada tanggal 24-28 Agustus kegiatan orientasi dan observasi. Tanggal 30 Agustus-30 September kegiatan latihan mengajar terbimbing, 1 – 30 Oktober kegiatan latihan mengajar mandiri. Kemudian pada tanggal 27 September – 16 Oktober merupakan kegiatan proses pengawasan dari pihak universitas dan kegiatan ujian akhir dilaksanakan pada 2-19 November 2010, dengan tim penilai guru pamong dari masing-masing peserta PPL.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada 18 orang peserta PPL yang telah hadir dan kepada pihak sekolah yang telah menerima mahasiswa untuk melaksanakan PPL di sekolah ini. Oleh karena itu diharapkan kepada mahasiswa, bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan disekolah harus sepengetahuan pihak sekolah. Misal dalam istilahnya “pergi tampak muka dan pulang tampak punggung”, ungkap Bapak Kasmansyah.

Gedung sekolah SMP N 6 Palembang, pada bagan depan. Dengan gedung dua tingkat bercorak dinding putih hijau. Sekolah yang dibangun pada tahun 1947 dengan nama Skepia (zaman penjajahan Belanda) dan secara resmi pada tahun 1960 menjadi SMP N 6 Palembang. Kini SMP N 6 Palembang memiliki jumlah kelas sebanyak 31 ruang kelas, yang diisi dengan 1055 siswa dan dengan staf pengajar/ guru sebanyak 84 orang.

“IntermeZo”
Mahasiswa PPL beristirahat di ruang Labor, sebagai tempat “basecamp” hahahahaha!!!!
Haduh… haduh… kenapa itu Yetty Rizkia (mahasiswa PPL)!!

Koperasi pelajar SMP N 6 Palembang, tampak di foto ada dua orang mahasiswa. Perwakilan mahasiswa yang mengikuti PPL dari FKIP Unsri dan Mahasiswa Universitas PGRI yang melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) di SMP N 6 Palembang.

Lapangan depan SMP N 6 Palembang. Siswa tampak ramai beraktivitas.

By: Arinah Fransori

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Catatan Kecil. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s