Sekolah Jurnalisme Indonesia Angkatan III

Sekolah Jurnalisme Indonesia

“Mengagumkan dan bersahabat”
Sedikikt kesan yang paling mendalam dalam hati, saat bergabung di SJI. Bertemu dengan orang-orang profesional, berdedikasi, dispilin dan tangguh. Melihat dan bertemu dengan staf pengajar yang paling bonafit, yang tak mungkin bisa kutemui di berbagai tempat lain. Belajar dengan Bapak Zulkarimein Nasution, pentingnya pengetahuan umum bagi seorang wartawan.
“hemmm.. hemm…. ternyata mahasiswa seperti diriku masih kurang ilmu pengetahuan, post test yang diberikan membuatku kebingungan”. Intinya, rajin-rajin baca koran, nonton TV, ikuti perkembangan berita yang hangat. Haduh.. haduh….

Materi berikutnya dengan Bapak E. Soebekti, mengenai dasar-dasar penulisan berita. Hal umum sih, namun disini dipaparkan lebih detail dan jelas. Tahap pemaparan judul, lead dan isi yang menjadi prioritas. Bukan hanya sekedar teori semata yang seabrek. Yang ku tahu kini, bahwa lead adalah komponen penting untuk membuat berita kita lebih menarik, berkesan dan menggugah.
Hahhahaha!! ternyata dari hasil penulisanku.
Berita ku kronologis, tidak bernilai, kurang data, tidak tepat, haduh….!!
belajar-belajar lagi yach!!!
Selanjutnya, hal penting lagi membuat TOR sebelum melakukan peliputan. Biar selalu siap sedia!!

Materi yang menarik berikutnya, bertemu dengan Pak Arya Gunawan. Sosok jurnalis muda yang energik dan easy going. Kami sempat di bingungkan dengan pemakaian bahasanya yang berubah-ubah. Bisa bahasa Palembang dengan logat yang bener, bahasa Padang, Jawa, Sunda aduh… aduh….!!!
ternyata profesi jurnalis memang menjadikan kita tahu dan paham banyak hal. Belajar dari beliau, sebagai wartawan harus bersikap skeptis, dengan menerapkan prinsip utama Bill Kovach (dalam 9 elemen jurnalisme, pencarian kebenaran, independensi, dan verifikasi.

Paling Fantastik! bisa belajar dengan Bapak Bagir Manan, selaku Ketua Dewan Pers. Seorang yang terkemuka dan ahli dalam bidangnya. Kami belajar mengenai Hukum Pers. Secara umum persoalan utama yang masih harus dihadapi pers di Indonesia adalah Kemerdekaan Pers dan Kompetensi Jurnalistik para Wartawan. Menjadi point penting bagi para jurnalis untuk menjadi perhatian bersama.
Hehehe! Rada pusing belajar dengan beliau. Maklum masih mahasiswa, ada beberapa istilah dan ucapan tertentu yang masih asing!

Pelajaran yang menarik adalah dengan Ibu Artini, seorang wartawan senior LKBN ANTARA dan satu-satunya staf pengajar wanita. heheheh (*terinspirasi ingin seperti beliau). Kami belajar menulis Feature. Kali ini aku baru paham, secara rinci dan jelas tentang faeture. Apa bedanya dengan berita, atau dengan penulisan Jurnalistik Sastrawi. Bagaimana sebuah feature lead adalah jembatan penghubung yang utama, agar sebuah feature menggugah perasaan dan perhatian. Dari beliau diberikan teknik-teknik menulis feature yang menarik, mudah dipahami dan sederhana.

Materi yang tak kalah menarik, dari Bapak Arbain Rambey. Seorang wartawan senior KOMPAS. Haduh.. haduh… Bapak ini keren sekali!! Dengan gaya santai dan cool, menenteng tas kameranya. Dari beliau kami tahu, pengalaman menjadi seorang wartawan. Hiruk pikuk kota, peristiwa kerusuhan, hal-hal unik dan gambar-gambar foto yang menyedihkan. Tentang manipulasi foto yang tidak berkenan, dan bagaimana bahwa sebuah foto yang bernilai tidak harus dihasilkan dari sebuah kamera profesional. Pada saat darurat kamera HP sangat bermanfaat.

Materi yang cukup menarik, mengenai bahasa Indonesia Jurnalistik bersama bapak Tede Asmadi. Seorang wartawan senior, dan paling bersahabat dan ramah. Beliau dengan ramah menyapa kami satu persatu, dan pada akhir belajar mengajak kami untuk berfoto bersama. Wah.. wah… satu kebanggaan tersendiri, beliau mengajak siswa SJI berfoto bersama. Memang sosok seorang yang ramah dan bersahabat, terkadang beliau rajin aktif online di Facebook dan beramah tamah dengan kami.

Tehnik wawancara, bersama Bapak Marah Sakti Siregar.
Poin penting ” Wawancara adalah jantung atau tulang punggung utama kegiatan jurnalistik”.
Haduh… jadi jangan malu-malu lagi pas wawancara. Kadang kikuk bertemu dengan orang-orang besar. Maklum, jam terbang sebagai wartawan belum tinggi. Harus connect dan sigap saat mewawancarai.
Semangat.. semangat!!

hehehe….
aku seneng deh, sepertinya nilai aku bagus buat tugas dari Bapak ini. LEad yang digunakan pas dan cocok. ciee… cie….!!!

Materi pembelajaran dengan Bapak Sabam Siagian, mengenai Hubungna Pers dan Pemerintah. Point penting “Pemerintah adalah sumber berita utama yang patut diamati dab diliput oleh pers”. Bapak Sabam dengan penampilan yang amat rapi, tampak arif dan bijaksana. Belajar dari beliau mengenai pentingnya displin waktu.

Materi Pelajaran, mengenai Dasar-dasar Managemen Pers bersama Bapak Hendry CH Bangun. Dibahas mengenai masalah dan struktur organsasi sebuah media, tugas dan kinerja seorang jurnalis, repdel, bidang redaksi, iklan dan berbagai permasalahan di organisasi di media massa.

Pesan dari Kakak-kakak Sekolah Jurnalisme Indonesia

Pesan dari Kakak-kakak Sekolah Jurnalisme Indonesia

Mbk Nuro, wartawan daerah, mbk yang ramah dan paling ramah. Sumber dan sebagai pengarah, tempat kami bercerita mengenai bagaimana kerja dan kinerja wartawan. Pahit, getir, susah, senang, lucu dan uniknya jadi wartawan. Mbak Nuro sering berbagi dan bercerita bagaimana pengalamannya menjadi wartawan daerah.
Yang paling berkesan, beliau mengatakan. “Aduh adek-adek, dak usah jadi wartawan. Arinah jadi guru PKn be, terus Revie jadi guru Agama”. Kami tipikal cewek kemayu yang alim. Gagagaga!!! Mungkin, itu wujud perhatian dan kasih sayangnya pada kami.

Daftar Siswa  Sekolah Jurnalistik Indonesia Sumsel Angkatan III
1 Amiriansyah, Berita Pagi

2 Anton Radianto Fadli, Berita Pagi

3 Aprianto, Palembang TV

4 Arinah Fransori, LPM Gelora Sriwijaya

5 Arris Ferditian, Radar Palembang

6 David Karnain Pahlefi, Radar Palembang

7 Edward Desmamora, Sumatera Ekspres

8 Ela Armila, Sumsel Post

9 Emi Afrilia, Majalah Arung

10 Febri Hardiyani, Majalah Arung

11 Firman Hidayat, Palembang TV

12 Friday T. Kurniawan, Suara Nusantara

13 Hensyi Fitriansyah, Koran Harian Topskor

14 Hesty Ana Astutiana, Sriwijaya TV

15 Jon Golkar, Radio Trijaya FM

16 Mamnuro’aini, Palembang Pos

17 Mellyamaliza Tambunan, Sentral Pos

18 Nila Ertina, LKBN Antara

19 Revie Juniarti, LPM Gelora Sriwijaya

20 Rian Resesi, Radio Sonora Palembang

21 Rini Pujiati, Sumsel Post

22 Ujang Idrus, LKBN Antara

23 Wardoyo, Majalah Arung

24 Yudhi Afriandi, Sumatera Ekspres

NB: belum selasai (Bersambung)!

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Catatan Kecil. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sekolah Jurnalisme Indonesia Angkatan III

  1. febri says:

    uey…..
    semangat mba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s