PENGEMBANGAN BAHASA

PENGEMBANGAN BAHASA

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Bahasa Indonesia bahasa yang terpenting di kawasan republik kita. Pentingnya peranan bahasa itu antara lain bersumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoedjoeng tinggi bahasa persatoean, bahasa Indonesia.” Dan pada Undang-Undang Dasar 1945 kita yang di dalamnya tercantum pasal khusus yang menyatakan bahwa “bahasa Negara ialah bahasa Indonesia”. Namun, di samping itu masih ada beberapa alasan lain mengapa bahasa Indonesia menduduki tempat yang terkemuka di antara beratus-ratus bahasa Nusantara yang masing-masing amat penting bagi penuturnya sebagai bahasa ibu. Penting tidaknya suatu bahasa dapat juga didasari patokan seperti jumlah penutur, luas penyebaran, dan peranannya sebagai sarana ilmu, seni sastra, dan pengungkap budaya (Alwi dkk., 2003: 1).
Bahasa menjadi sangat penting bagi kelangsungan eksistensi satu bangsa, baik sebagai lambang jati diri maupun sebagai sarana komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bahkan, bahasa Indonesia memiliki potensi sebagai bahasa perhubungan luas karena bahasa itu digunakan oleh penduduk besar di kawasan Asia Tenggara.

1.2 Masalah
Masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana pengembangan bahasa Indonesia di zaman sekarang.

1.3 Tujuan
Mengetahui bagaimana pengembangan bahasa di Indonesia.

PENGEMBANGAN BAHASA

Pengembangan ditujukan pada upaya peningkatan mutu daya ungkap bahasa Indonesia. Peningkatan mutu daya ungkap itu meliputi perluasan kosakata bahasa Indonesia dan pemantapan kaidah-kaidahnya sejalan dengan tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi serta kebudayaan yang amat pesat. Sugono (2008) dalam makalahnya mengemukakan perkembangan kosakata dapat diketahui dari pertambahan kata yang terdapat dalam kamus bahasa Indonesia. Dalam penambahan pada kamus bahasa Indonesia, setiap pertambahan kata menunjukkan perubahan. Misalnya, kamus W.J.S. Poerwadarminta yang terbit tahun 1953 memuat sekitar 23.000 lema bahasa Indonesia. Pada tahun 1976 kamus itu diolah kembali oleh Pusat Bahasa dan ditambahkan 1.000 lema baru (kata umum). Gambaran itu memperlihatkan dalam kurun waktu 29 tahun seolah-olah hanya terjadi penambahan 1.000 kata saja. Minimnya penambahan jumlah kata, menunjukan pengembangan suatu bahasa. Sementara dalam waktu 12 tahun berikutnya, tepatnya tahun 1988, telah terjadi penambahan 49.000 kata baru yang termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Pertama. Terjadi penambahan kata yang cukup banyak dibandingkan pada tahun sebelumnya. Kini kamus itu telah mernuat 78.000 lema (kata umum) dan dalam pengembangan istilah telah diperoleh 265.000 istilah dalam berbagai bidang ilmu. Kondisi itu menunjukkan bahwa perkembangan kosakata bahasa Indonesia amatlah cepat, terutama dalam waktu 25 tahun menjelang pergantian abad ke-20.
Meskipun demikian, kekurangan kosakata bahasa Indonesia masih saja terasakan jika digunakan untuk mengungkapkan ilmu dan teknologi, termasuk teknologi komunikasi melalui media massa. Pengembangan kosakata dalam berbagai bidang itu lebih didominasi oleh sumber bahasa asing, terutama dalam dua dasawarsa terakhir ini. Sumber pengembangan kosakata itu perlu diimbangi dengan pemanfaatan bahasa daerah. Keragaman bahasa daerah (726 bahasa) merupakan kekayaan yang perlu digali sebagai sumber pengayaan kosakata bahasa Indonesia.
Langkah utama yang perlu dilakukan ialah pengembangan bahasa Indonesia, terutama kosakata, dan pemantapan sistem bahasa serta peningkatan mutu penggunaannya secara baik dan benar dalam berbagai keperluan. Oleh karena itu, perlunya tujuan dan kriteria dalam pengembangan bahasa.
Fokus Pembinaan Bahasa dan Pengembangan Bahasa
1. Perluasan Pemakai Bahasa.
Perluasan pemakaian bahasa adalah salah satu cara efektif pada pengembangan suatu bahasa. Semakin banyak penutur suatu bahasa akan mengalami pengembangan dan peningkatan yang baik. Bahasa Indonesia akan tetap pada kedudukan dan fungsinya yang sebenarnya yaitu sebagai bahasa negara dan sebagai bahasa resmi kenegaraan, karena fungsi dan pemakaiannya digunakan pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
2. Pembinaan Kepada Masyaakat.
Pentingnya pembinaan dan pengembangan bahasa kepada masyarakat akan menjaga fungsi dan peranan suatu bahasa. Sikap bahasa yang positif terhadap bahasa akan menjaga kelestarian suatu bahasa tersebut. Bahasa mendapatkan kedudukan dan perhatian yang seharusnya, sehingga meningkatnya mutu pada pengunaan bahasa Indonesia.
3. Penelitian Bahasa.
Penelitian bahasa adalah salah satu bentuk pengembangan bahasa. Melalui penelitian yang seksama dan program penggunaan bahasa akan membantu proses pengembangan bahasa yang diharapkan. Penelitian bahasa adalah salah satu bentuk dari perencaan pada pengembangan bahasa. (dalam onno.vlsm.org/…/ppt-teknologi-informasi-bagi-pembinaan-pengembangan-bahasa-in.ppt)

Pembinaan dan pengembanangan bahasa sesungguhnya ditujukan pada upaya peningkatan mutu penggunaan bahasa Indonesia. Upaya itu dilakukan melalui perbaikan pengunaan bahasa Indonesia dalam berbagai bentuk tulisan. Selain itu, pembinaan dapat menyangkut masyarakat penutur. Untuk itu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan bahasa, perlu intenisif dilakukan pemasyarakatan penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar ke seluruh lapisan masyarakat adalah salah satu fokus dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.

1. Pengembangan Bahasa Melalui Media Massa
Media massa (cetak ataupun elektronik) setiap hari mengunjungi masyarakat dengan menggunakan sarana bahasa Indonesia. Oleh karena itu, media massa memiliki fungsi yang amat strategis dalam upaya pengembangan ataupun pembinaan bahasa Indonesia. Bahkan, sering terjadi media massa dijadikan acuan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Sugono (2008) mengemukan dalam hubungan dengan pengembangan bahasa Indonesia media massa dapat mengambil peran dalam penggalian dan penyebarluasan kosakata dari khazanah budaya daerah. Penggalian budaya daerah ke dalam bahasa Indonesia itu akan memperkaya kosakata bahasa Indonesia yang sekaligus mengimbangi laju pertumbuhan kosakata bahasa Indonesia dari penyerapan kosakata bahasa asing. Selama pengungkapan budaya daerah tersebut belum terdapat dalam kosakata bahasa Indonesia, pengambilan kosakata bahasa daerah dalam pengungkapan budaya daerah tersebut akan memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Misalnya, kata kaharingan, ganihut, dan mandau adalah contoh pengangkatan kosakata bahasa daerah yang memperkaya bahasa Indonesia. Kata ngaben, pura, galungan, dan subak adalah kata-kata bahasa Bali yang masuk ke dalam bahasa Indonesia. Dengan kata lain, media massa memiliki peran yang amat penting dalam pengayaan kosakata bahasa Indonesia sekaligus penyebarluasannya ke masyarakat Indonesia di luar wilayah bahasa daerah yang bersangkutan, bahkan ke penutur di luar Indonesia.
2. Gangguan Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa
Kondisi bahasa Indonesia masa kini merupakan kondisi kumulatif dari kondisi-kondisi sebelumnya yang kurang mendukung upaya pembinaan dan pengembangan bahasa. Hal itu terjadi karena sejak kemerdekaan Republik Indonesia tidak ada contoh dan teladan dari para pemimpin bangsa (Arifin, dalam http://www.mediaindonesia.com/read/2009/ 10/15/100435/90/14/Bahasa-Gaul-Tantangan-Berat-Pengembangan-Bahasa-Indonesia-, 2007). Pemakaian dan penggunaan bahasa yang kurang mendapatkan perhatian khusus. Ketidakseriusan berbahasa Indonesia merupakan kondisi kumulatif. Kurang dan lemahnya perhatian terhadap bahasa merupakan salah satu masalah utama. Misalnya bahasa yang digunakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam pembahasan serbaneka rancangan undang-undang ini mengungkap kondisi sebelumnya juga kurang mendukung upaya pembinaan dan pengembangan bahasa. Johnherf (2007) mengemukakan Tidak ada contoh dan teladan dari pemimpin bangsa. Tokoh-tokoh pemimpin masyarakat memiliki pengaruh yang besar terhadap pemakaian bahasa. Memiliki peranan dan menjadi pedoman bagi masyarakat, sehingga jika para pemimpin atau tokoh-tokoh masyarakat terkemuka harus menjadi cerminan pemakai bahasa yang seharusnya. Contohnya di Indonesia, pemakai bahasa para pemimpin yaitu, adapun jargon bahasa Sukarno, misalnya, kata pengarang buku “Morfologi: Bentuk, Makna, dan Fungsi” ialah “Kami punya bangsa, kami punya negara, kami punya rakyat.” Gaya bahasa Suharto, misalnya memperhatiken, menginginken, semangkin. Bahasa Habibie, misalnya technologi, ikonomi. Gaya bahasa Gus Dur, “Gitu aja kok repot,” dan “Gak usah didengerin.” Lantas, gaya bahasa Megawati, tidak jelas (Bali, Jawa, Bengkulu).

Pengembangan bahasa amat berpengaruh pada penutur dan pengguna bahasa. Penutur merupakan subjek utama pada pengembanganya. Namun, pada pengembangan bahasa pada era reformasi ini, bahasa Indonesia makin goyah karena goyahnya budaya nasional dan budaya suku. Kurangnya perhatian akan sikap bahasa yang baik, pada era dimana saat ini bebas bicara dan bebas berekspresi, pada era globalisasi. Akibatnya, bahasa Indonesia kurang mendapat perhatian.
Selanjutnya dalam Media Indonesia (2007) menyatakan pemakaian bahasa gaul yang digunakan anak muda termasuk dalam sinetron di televisi merupakan tantangan berat pengembangan bahasa Indonesia, kata pengamat bahasa dan sastra Indonesia. Padahal seharusnya siapa saja yang berkomitmen dengan sumpah pemuda harus menjunjung tinggi penggunaan Bahasa Indonesia yang baku sebagai bahasa persatuan. Dalam sarasehan ‘Kebahasaan dan Kesastraan Indonesia’ dalam rangkaian Bulan Bahasa dan Sastra 2009 yang diselenggarakan Balai Bahasa Yogyakarta, seorang pengamat mengatakan lembaga kebahasaan yang ada termasuk di dalamnya media massa harus ikut menjunjung tinggi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Meski pengembangan Bahasa Indonesia menghadapi tantangan berat tetapi diyakini pasti ada generasi muda yang peduli dan berkomitmen untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan baku. Pelembagaan Bahasa Indonesia selama ini harus menjadi bahasa ilmu dan sastra. Jika masih banyak ditemui bahasa gaul itu berarti generasi muda telah kehilangan kesempatan menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu dan sastra.

KESIMPULAN

Pengembangan bahasa Indonesia amatlah cepat, terutama dalam waktu 25 tahun menjelang pergantian abad ke-20. Pengembangan bahasa Indonesia peranannya tidak hanya sebagai sarana ilmu, seni sastra, serta pengungkap budaya di mana menunjukkan bahwa bahasa Indonesia telah benar-benar menjadi satu-satunya wahana dalam penyampaian ilmu pengetahuan serta media untuk pengungkapan seni sastra dan budaya bagi semua warga Indonesia. Dalam pengembangan bahasa Indonesia, juga terdapat tantangan yang cukup berat dalam pengembangannya. Namun, sekarang telah dibentuk Undang-Undang Bahasa No. 24 tahun 2009 sebagai pedoman masyarakat Indonesia untuk mengatasi tantangan itu.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Johnherf. 2007. ”Gangguan Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa.” http://johnherf. wordpress.com/2007/09/30/gangguan-pembinaan-dan-pengembangan-bahasa/. Diakses tanggal 17 Mei 2010.

Media Indonesia. 2009. ”Bahasa Gaul Tantangan Berat-Pengembangan Bahasa Indonesia”. http://www.mediaindonesia.com/read/2009/10/15/100435/90/14/Bahasa-Gaul- Tantangan-Berat-Pengembangan-Bahasa-Indonesia-. Diakses tanggal 17 Mei 2010.

Sugono, Dendy. 2008. ”Pemanfaatan Bahasa Daerah dalam Pengembangan Bahasa Indoensia Media Massa”. Pusat Bahasa Depdiknas. (http://pondok bahasa.wordpress.com/2008/08/07 /pemanfaatan-bahasa-daerah-dalam-pengembangan-bahasa-indonesia-media-massa/). Diakses tanggal 12 Mei 2010.

(onno.vlsm.org/…/ppt-teknologi-informasi-bagi-pembinaan-pengembangan-bahasa-in.ppt). Diakses tanggal 12 Mei 2010.

By: Arinah Fransori
Diskusi:
email: cliquers_rina_potter@yahoo.co.id

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s