Puisi (3 Bocah Bersenandung)

3 Bocah, Bersenandung


Ku lirik sudut-sudut jalan

Palembang kota sajak

jejak

Rumput-rumput berjejer melingkar

Menari-nari

Menjerit-jerit semerbak

Air menukik merapat

Menutupi kelam-kelam sudut sungai

Aspal-aspal menjelma

Beradu dengan roda-roda sendu

Bus-bus atap menembus gerbang

Menembus istana Sriwijaya

Jembatan anyir menjulang

Dua sudut siku

Kanan kiri

Meniru

Hulu dan Hilir

Memisah

Beradu dengan teriakan bocah-bocah

Pemandu sorak

Menepi berderet disungai Musi

Menghempas gelombang

Bocah-bocah bersenandung

Berseringai

di alur sungai Musi

“butek”

Tak terlihat cerminnya

Menjera

Mensyukuri indahnya tepian sungai

Menjelma

Meraung di percikan pukat

Menjerat-jerat arus kehidupan

3 bocah bersepeda

Menukik menuruni Ampera

Bersemai, bersorak

Menggagungkan kebanggaan

Palembang, 16 April 2010

 

 

 

Puisi untuk kota Palembang Tercinta

Untuk kisah dan tanah air “kito”

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s