RESENSI FILM (Kisah di Balik Pemicunya Perang Irak)

Judul Film : Green Zone

Jenis Film          : Drama – Dewasa (adult)

Produser            : Debra Hayward, Liza Chasin, Lloyd Levin

Produksi            : Universal Pictures

Homepage : http://www.greenzonemovie.com/

Durasi                : 115

Pemain               : Matt Damon
Greg Kinnear
Amy Ryan
Brendan Gleeson
Jason Isaacs
Khalid Abdalla

Sutradara            : Paul Greengrass

Penulis               : Brian Helgeland

Di poster Green Zone kita dalam melihat kalimat ‘From the director of The Bourne Supremacy and The Bourne Ultimatum’, hal ini sudah pasti akan membuat orang penasaran dan bertanya-tanya apakah film ini akan sebagus film yang terkenal dengan karakterJason Bourne itu? Sebuah strategi marketing yang tepat, karena selain sutradaranya, Paul Greengrass, yang sama dengan kedua film tersebut, sang aktor pemeran utamanya juga ada dalam Green Zone, yaitu Matt Damon. Film ini diangkat dari buku karya Rajiv Chandrasekran berjudul ‘Imperial Life in the Emerald City: Inside Iraq’s Green Zone’ yang bercerita tentang suasana di Irak pasa masa awal perang.

Selama pendudukan Amerika di Baghdad tahun 2003, Kepala Perwira Roy Miller (Matt Damon) dan tim inspektur Angkatan Darat dikirim untuk menemukan senjata pemusnah massal yang diyakini disimpan di padang pasir Irak. Melacak situs bom berbahaya, para perwira ini mencari agen kimia berbahaya namun tersandung pada hambatan yang dapat membatalkan misi mereka.

Dipusingkan oleh jadwal operasi yang dipercepat, Miller harus memburu agen tersebut melalui intelijen rahasia dan tersembunyi untuk mendapatkan jawaban yang jelas tentang kejahatan perang di wilayah yang tidak stabil. Dan saat keadaan makin memanas, Miller menemukan senjata yang paling sulit dipahami dari semuanya yaitu kebenaran.

Pemicu meledaknya perang Irak adalah keyakinan bahwa di negeri yang dipimpin oleh Saddam Hussein ini tersimpan sejumlah senjata pemusnah masal yang disembunyikan di suatu tempat di negeri ini. Berbekal keyakinan itu, pemerintah Amerika memerintahkan Chief Warrant Officer Roy Miller (Matt Damon) untuk mencari tahu lokasi senjata berbahaya ini.

Informasi lokasi senjata pemusnah masal ini jelas tak bisa didapat dari pihak Irak yang bersikukuh bahwa mereka tak memiliki senjata seperti yang dituduhkan pemerintah Amerika ini.

Terpaksa Roy harus melacak lokasi senjata ini hanya dengan berbekal berbagai informasi yang didapatnya dari pihak intelejen. Meski sudah mendapat bantuan peralatan canggih, tetap saja pekerjaan ini bukan pekerjaan tanpa resiko.

Roy dan timnya harus menyisir padang pasir yang dipenuhi ranjau darat. Di tengah penyelidikan ini Roy mulai curiga bahwa ada sebuah konspirasi besar yang berusaha menutupi apa yang sebenarnya terjadi di Zona Hijau ini. Roy tahu bahwa pihak intelejen dari kedua belah pihak sedang berusaha membuat cerita yang menguntungkan pihak mereka masing-masing. Di saat genting seperti ini, kebenaran adalah senjata yang paling ditakuti.

Berbekal pengalamannya sebagai jurnalis televisi Paul Greengrass membuat film berjudul GREEN ZONE ini. Dan hasilnya memang cukup bagus. Paul mampu membawa kesan penonton sedang berada di Irak di saat Amerika sedang melancarkan invasi ke negeri 1001 malam itu. Sayangnya di titik tertentu gerakan kamera yang tidak stabil malah membuat film ini terasa sebagai sebuah chaos.

Sebenarnya langkah Paul Greengrass sudah tepat. Ia mengambil buku karya Rajiv Chandrasekaran sebagai dasar dibuatnya cerita film ini dan pemilihan materi dasar yang sudah kokoh ini membuat Brian Helgeland jadi lebih mudah menyusun naskah film ini. Memang film ini tak sepenuhnya didasarkan pada buku berjudul IMPERIAL LIFE IN THE EMERALD CITY itu dan kisah maupun tokoh dalam film ini hanyalah fiksi semata namun kepiawaian Paul dan Brian membuat cerita yang sebenarnya fiksi itu jadi terlihat logis meski di sana-sini masih ada celah dalam logika.

Perang memang tak harus jadi tema yang berat karena Paul sepertinya memilih menyajikan GREEN ZONE ini sebagai hiburan ala BOURNE dan sepertinya itu bukan sekedar dugaan karena Paul juga sempat menggarap dua film BOURNE dan Matt Damon juga muncul di sini. Mungkin karena sudah terbiasa berkolaborasi, Matt sepertinya tak mengalami kesulitan menerjemahkan kemauan sang sutradara.

Matt Damon memang jadi titik pusat film ini dan pada titik tertentu pula ini malah jadi kelemahan film ini. Kesan sedang menyaksikan film RAMBO tak bisa dihindari. Akhirnya suspense dan alur kisah yang sebenarnya bisa jadi credible itu malah sedikit berantakan. Mendengar dari judulnya pasti sudah tertebak kalau Green Zone bakal menyajikan adegan laga dalam tempo cepat. Dari awal sampai akhir kita akan disuguhkan adegan action yang menarik dalam balutan kamera hand-held. Segi cerita tidak terlalu istimewa, karena cerita perang Irak dan Amerika memang sudah sangat sering diangkat menjadi sebuah film. Kita sendiri hanya menikmati adegan action dalam film ini dan tidak memperdulikan jalan ceritanya, malah kita kebingungan sendiri dengan bumbu politik yang ada. Beruntung film ini memiliki Matt Damon yang sekali lagi membuktikan kalau dirinya memang cocok bermain dalam film-film bergenre action. Green Zone mampu menyuguhkan adegan action yang menghibur, terlepas dari jalan ceritanya yang tidak terlalu istimewa. Tapi walapun begitu, GREEN ZONE tetaplah sebuah film yang layak ditonton.

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Catatan Kecil. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s