Amanat dalam Cerpen ”Ibu Pergi Sebulan”

1. Kita diajarkan untuk jangan berbohong.
Parno yang menuruti perintah ibunya untuk berbohong kepada seorag tukang kredit yang menagih tunggakan. Tarno berbohong, padahal Ibunya ada dirumah.

2. Untuk menghindari sifat boros dan mudah dipengaruhi
Bu Saiman mengambil barang-barang kepada tukang kredit, padahal barang-barang tesebut tidak begitu diperlukan.
Bu Saiman mudah terpengaruh pada tetangga yang mengambil barang-barang pada tukang kredit, sehingga ia ikut-ikutan mengambil barang-barang yang sebanarnya tidak begitu ia perlukan.

3. Agar kita disiplin dan berpikir dahulu dengan baik sebelum memutuskan sesuatu.
Bu Saiman yang tidak disiplin membayar tagihan tukang kredit tersebut sesuai waktu yang ditentukan sehingga hutangnya semakin banyak dan susah untuk dilunasi serta sikap Bu Saiman yang mengambil barang-barang pada tukang kredit tanpa berpikir terlebih dahulu.

4. Memperingatkan kepada kita agar tidak berprasangka buruk pada orang Lain
Bu Saiman berprasangka bahwa tamu yang datang tersebut adalah tukang kredit yang mau menjebak. Ia mengira bahwa tukang kredit tersebut menyamar menjadi salesman untuk mengelabui suaminya.
Bu Saiman berpikir negatif bahwa laki-laki yang datang tersebut adalah tukang kredit yang menyamar menjadi salesman.

5. Agar kita selalu ikhlas untuk memberi pertolongan
Tarno yang selalu mau menerima pemberian ibunya berupa permen kojek yang merupakan imbalan dari ibunya dan juga pemberian tukang kredit.

6. Diajarkan untuk tidak menutupi kesalahan orang lain
Pak Saiman membantu istrinya untuk menutupi kesalahan istrinya yang belum membayar hutang pada tukang kredit, sehingga mereka mengalami nasip yang kurang baik. Hal ini karena yang datang kerumah Pak Saiman sore itu bukan tukang kredit melainkan salesman yang ingin mengabarkan bahwa mereka menerima hadiah kuis berupa 1 buah televisi. Pak Saiman malah membantu istrinya dan menyuruh Tarno anaknya yang tidak tahu menahu untuk menghadapi tukang kredit tersebut.

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s