PUISI Embun, Cahaya dan Partikel Debu

Pagi hari
Kala negeriku masih baru
Masih muda
Merangkak dan berembun

Secerah cahaya ada
Saat senyum ada pada dirinya
Cahaya
Lambang kebahagian
Embun
Lambang ketenangan
Debu
Lambang kesusahan

Saat itu
Gejolak bangsa menderu
Menderita dan menjalari negeri
Virus yang menggerogoti sistem
Tanah yang mengubur asa dan cita

Inilah yang terjadi
Disni dan saat ini
Di tempat bumiku berpijak
Di sudut lorong rumahku
Di peringatan kebangkitan bangsaku

Ku ingat
Seruan-seruan
Ajakan-ajakan
Tuk bangun dan berjuang
Tuk berdiri dan tersadar

Membawa mata pisau
Lalu ku gotong secerah harapan
Di balik tirai kehidupan
Tuk secuil senyum dan tawa
Tuk mata rantai
Dan aliran kehidupan masyarakat bumi
Tuk nafas
Bumi dan ibu pertiwi

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s