PEDULI HIV AIDS

PEDULI HIV AIDS

HIV AIDS merupakan penyakit yang sangat membahayakan, banyak orang yang meninggal oleh penyakit yang satu ini. 1 Desember merupakan hari AIDS sedunia oleh karena itu banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap virus yang satu ini, seperti penyuluhan kepada masyarakat dan membina serta membimbing agar tidak terpengaruh pada hal-hal yang mengandung risiko penyakit yang satu ini. Selain hal tersebut yang dapat dilakukan pentingnya pengendalian diri untuk teguh pada ajaran agama yang memberikan larangan terhadap tindakan-tindakan negatif yang dapat menyebabkan terularnya virus tersebut. Virus yang menyerang system kekebalan tubuh manusia sehingga, penderita mudah terserang penyakit. Oleh karena itu pentingnya pemberian pengertian kepada masyarakat bahayanya penyakit ini sehingga masyarakat dapat melakukan antisipasi dan pencegaham dini. Berdasarkan data yang diperoleh dari Wikipedia Bahasa Indonesia HIV AIDS memiliki definisi yaitu, Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya. Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang menurunkan kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. HIV adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin dan air susu ibu yang telah terinfeksi. Sedangkan AIDS adalah sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.
Penderita penyakit ini di Indonesia sudah cukup sangat memprihatinkan. Dari data yang diperoleh berdasarkan depkes hingga bulan September 2008 kumulatif jumlah pasien AIDS di Indonesia mencapai 15.136 orang, dari jumlah tersebut paling banyak berada pada usia produktif yakni 20-29 tahun. Meninjau jumlah komulatif yang sangat memprihatinkan itulah masyarakat melakukan berbagai tindakan simpatisan untuk mencegah penularan virusnya HIV AIDS salah satunya sumber yang diperoleh dari http://beritasore.com, berbagai aktivis melakukan kegiatan memperingati hari AIDS yang jatuh pada tanggal 1 Desember. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar seratus aktivis Aids yang tergabung dalam Yayasan Gerakan Sosial Advokasi dan HAM Untuk GAY (Gessang) sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Solo menggelar aksi memperingati Hari Aids Sedunia, di Bundaran Geladag Solo, Senin (01/12/2008). Dalam aksi tersebut mereka meminta peningkatan perhatian Pemerintah dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Solo melalui pemberian anggaran dana yang cukup. Selain itu aksi simpati serupa dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat yang semakin gencar mensosialisasikan bahaya AIDS di Pekanbaru. Kelompok yang terdiri dari kalangan mahasiswa, LSM dan pejabat juga terlibat dalam aksi peringatan hari AIDS pada 1 Desember 2008 ini di Pekanbaru. Ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk menghindari penyakit tersebut, dengan munculnya reaksi peduli HIV AIDS ini dapat menghindari risiko tertular penyakit yang mematikan ini.
Dari data yang diperoleh berdasarkan Wikipedia Bahasa Indonesia pula para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika. Sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981 virus ini terus menyerang manusia dan penularannya terjadi dengan cepat tanpa terkendali sehingga penyakit ini menjadi salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. Sedangkan berdasarkan pendapat Arli Aditya Parikesit (2008) dalam artikelnya yang berjudul Lebih Jauh dengan HIV/AIDS dan Penanggulanggannya penyebaran HIV AIDS di Indonesia terjadi pada tahun 1987, kasus HIV/AIDS ditemukan untuk pertama kalinya hanya di Pulau Bali. Sementara sekarang, hampir semua provinsi di Indonesia sudah ditemukan kasus HIV/AIDS. Penyebarannya begitu cepat sehingga menyebabkan kematian.
Penularan penyakit ini juga terjadi tanpa terkendali, apabila seseorang mengidap AIDS ia akan amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun. Oleh karena itu penularannya kepada orang lain melalui hubungan seksual yang tidak terlindungi (tanpa pengaman) dengan orang yang telah terinfeksi HIV. Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian. Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV. Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI). Setelah proses penularan, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala. Tanda-tanda klinis penderita AIDS yaitu, berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan, diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan, demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan, serta penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologist hal ini berdasarkan data yang dikutip dari pembahasan yang dipaparkan oleh Arli. Selanjutnya Arli memaparkan pula bahwa penularan HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan alat pengaman, pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama, dan pasangan seksual pengguna narkoba suntik, serta bayi yang ibunya positif HIV.
Pencegahan berdasarkan data yang di peroleh dari depkes HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan, yaitu menggunakan pengaman pada setiap hubungan seks berisiko, tidak menggunakan jarum suntik secara bersama-sama, dan sedapat mungkin tidak memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV. Menghindari pemakaian narkoba yang membahayakan, karena sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat. Obat ini harus diminum sepanjang hidup, oleh karena itu perlunya dilakukan pencegahan dini dan penyuluhan mengenai HIV AIDS di kalangan masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pemahaman tentang bahaya penyakit ini, memberikan pengertian bagaimana melakukan pencegahan agar menghindari hal-hal negatif yang dapat menyebabkan tertularnya virus berbahaya ini.

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s