Esai

Esai Logis

3 Objek Wisata Favorit di Visit Musi 2008

Sumatra Selatan atau juga yang dikenal dengan sebutan Bumi Sriwijaya saat ini sedang mencanangkan Program Visit Musi 2008. Program dari pemerintah yang memperkenalkan pariwisata di kota tersebut. Terdapat banyak jenis objek wisata disana dan semuanya sudah di persiapkan untuk menyambut para wisatawan. Berberapa objek wisata yang cukup banyak menarik minat wisatawan yaitu Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Selain memberikan panorama yang indah letaknya pula cukup strategis yaitu di jantung kota Palembang. Oleh karena itu ketiga objek wisata ini menjadi tempat terfavorit yang dikunjungi oleh wisatawan.
Jembatan Ampera merupakan sebuah jembatan yang indah dan megah. Dimalam hari suasana kota Palembang terlihat indah dengan tatanan lampu hias yang mengitari setiap sudut Jembatan Ampera. Jika kita melihat dari Benteng Kuto Besak akan terlihat sebuah jembatan yang mengagumkan mata. Suasana malam yang dingin dengan hembusan angin dan kita juga bias melihat beberapa kapal yang melintasi Sungai Musi. Jembatan Ampera merupakan jembatan yang memiliki sejarah bagi bangsa Indonesia. Selain itu jembatan ini merupakan pusat aktivitas bagi masyarakat kota Palembang. Hal ini berdasarkan artikel yang dikutip dari (http://www.visitmusi2008.com/artikel.php? a=det&id=31) :
Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan di kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia yang dibangun pada tahun 1960 sebagai bayaran Jepang kepada Indonesia atas penjajahannya dulu. Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam lambang kota, terletak di tengah-tengah kota Palembang, menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Jembatan ini dibuat oleh Jepang. Dahulunya bagian tengah dari jembatan ini bisa dinaikkan dan diturunkan bila ada kapal yang akan lewat.

Jembatan Ampera merupakan salah satu tujuan wisata dan jembatan ini pula sebagai lambang Kota Palembang. Jembatan yang menjadi saksi perjuangan rakyat Indonesia saat dijajah oleh Jepang. Jembatan yang sampai saat ini masih berdiri dan menjadi jalur transpotasi utama di Kota Palembag.
Benteng Kuto Besak dalah sebuah bangunan yang kokoh dan masih berdiri di tengah kota Palembang. Letaknya yang berada di dekat Jembatan Ampera dan memiliki daya tarik sebagai objek wisata. Benteng Kuto Besak adalah salah satu objek wisata yang memiliki sejarah bagi Kota Palembang dan sangat mempengaruhi budaya dan kehidupan masyarakat Kota Palembang hal ini dikarenakan sejarah berdirinya benteng tersebut. Benteng tersebut dibangun oleh zaman sebuah kesultanan yang ada di kota Palembang. Hal ini sesuai dengan artikel yang dikutip dari (http://www.visitmusi2008.com /artikel.php?a=det&id=31) :
Benteng Kuto Besak adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besar diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803.

Peran serta Pemerintah Kota Palembang dalam perbaikan sarana dan prasarana Benteng Kuto Besak inilah yang mendukung terlaksananya Benteng Kuto Besak sebagai salah satu tempat wisata favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Selain bisa menikmati indahnya Jembatan Ampera dan Sungai Musi, wisatawan pula disuguhi berbagai kesenangan yang menarik, yaitu pengunjung bisa menikmati makan-makanan khas Kota Palembang yang tersedia di salah satu restoran atau rumah makan terapung yaitu Restoran Legenda.
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan salah satu tempat penyimpan benda-benda bersejarah yang ada di Kota Palembang sedangkan museum lainnya adalah Museum Balaputradewa di Jl. Sudirman Km. 5,5 Palembang. Lokasi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II adalah di tepi Sungai Musi (dekat Jembatan Ampera). Letaknya yang juga strategis ini pula yang menarik minat para wisatawan untuk mengunjunginya. Selain kita dapat melihat keindahan Jembatan Ampera kita dapat pula mengunjungi Benteng Kuto Besak yang letaknya dekat dengan museum ini. Palembang merupakan salah satu kota yang menjadi saksi penjajahan yang terjadi di Indonesia oleh karena itu banyak benda-benda bersejarah yang tersimpan didalamnya. Latar belakang Kota kuno ini juga sangat menarik, karena dahulu kota ini menjadi pusat peradaban oleh karena itu hal ini sesuai dengan artikel yang di kutip di (http://www.visitmusi2008.com/artikel. php?a=det&id=31) “Di museum SMB II terdapat arca-arca kuno diantaranya Ganesha Amarawati dan Budha serta peninggalan kuno, termasuk dari era Sriwijaya“. Benda-benda bersejarah tersebut tersimpan rapi dimuseum Sultan Mahmud Badaruddin II sebagai bukti peradaban zaman dulu di Kota Palembang. Zaman dahulu terdapat peradapan yang tersembunyi di era Sriwijiya, hal ini pulalah yang menjadi penyebab Sumatra Selatan dikenal dengan sebutan Bumi Sriwijaya.
Sumatra Selatan menyimpan banyak objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Selain ketiga tempat yang disebutkan diatas masih banyak lagi oebjek wisata alam yang patut untuk disinggahi. Ketiga objek wisata diatas merupakan saksi dari peradapan zaman dahulu yang ada di kota Palembang selain daya tarik yang dimiliki objek wisata tersebut memang sangat mengagumkan dan letaknya pula yang cukup strategis.

DAFTAR PUSTAKA
(http://www.visitmusi2008.com/artikel.php?a=det&id=31) Diakses tanggal 12 Juni 2008

MT MENULIS
15 Juni 2008

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s