Esai Pertentangan dan Perbandingan

Ragam Bahasa Lisan dan Tulis

Bahasa Indonesia yang amat luas wilayah pemakaiannya dan bermacam penuturannya. Bahasa Indonesia memiliki banyak variasi bahasa atau ragam bahasa. Selain ragam bahasa lisan dan tulis ada pula ragam bahasa resmi dan tidak resmi. Ragam bahasa lisan dan tulis yang selalu digunakan untuk berkomunikasi. Ragam bahasa lisan dan tulis akan ditinjau dari segi cara penyampaiannya, cara komunikasinya maupun bagaimana cara pemahamannnya.
Cara menyampaikan gagasan yang baik sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, Rustamaji (2006:47) menyatakan jika ditinjau dari cara penyampaiannya ragam bahasa lisan memiliki “Unsur suprasegmental (aksen, nada, tekanan) dan paralingual ( gerak-gerik tangan, mata, kepala) memberikan efek terhadap hasil komunikasi”. Saat berbicara secara langsung akan terlihat secara jelas bagaimana pembicara menyampaikan informasi atau gagasannya dengan ekpresi, intonasi dan disertai dengan penyampaian ragam bahasa non-verbal, sedangkan ragam bahasa tulis saat menyampaikan informasi atau gagasannya kedua sarana diatas tidak ada sehingga dalam menyusun kalimat perlu lebih hati-hati dan cermat. Unsur suprasegmental dan paralingual tidak terdapat dalam ragam bahasa tulis karena lebih perlu diperhatikan diksi atau pilihan kata agar tidak terjadinya kerancuan dalam kalimat.
Komunikasi dalam bahasa lisan terjadi secara langsung/ bertatap muka sehingga terikat oleh kondisi, situasi dan waktu. Maksudnya komunikasinya hanya terjadi pada pembicara yang terlibat dalam kegiatan berbicara tersebut, sedangkan jika komunikasi terjadi secara tidak langsung misalnya berupa tulisan apa yang dimaksudkan penulis dapat disampaikan dan dimengerti oleh orang yang tidak ada ditempat dan waktu itu saat terjadi komunikasi langsung. Karena sistem penyampaiannya melalui media tulisan.
Selanjutnya dari segi pemahaman penerima ragam bahasa lisan pembicara lain lebih mudah mengerti jika terjadi kesalahan atau pemakaian struktur kalimat yang kurang baik saat berbicara karena dapat dijelaskan secara langsung sedangkan dalam kalimat lisan misalnya ada struktur kalimat yang kurang baik akan menggangu komunikasi pembaca.
Kemampuan yang baik dalam berkomunikasi bahasa lisan dan tulis akan mempermudah kegiatan berkomunikasi. Misalnya seseorang yang memilki kemampuan berbicara yang baik dalam berpidato maupun berpresentasi pada pendengar akan memilki nilai yang positif. Ragam bahasa lisan dan tulis memang sangat berperan dalam semua kegiatan berbahasa maupun berkomunikasi

DAFTAR PUSTAKA

Rustamaji dan Anang S. 2006. Buku Panduan Belajar Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA. Yogyakarta.

NB
MT: MENULIS
27 Mei 2008

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s