Kritik Puisi, Surat Cinta Enday Rasidin Ajip Rosidi


١

KRITIK PUISI

Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang telah populer di masyarakat. Jenis karya sastra ini lahir sebagai hasil pemikiran seseorang yang didasarkan pada pengalaman baik yang dilihat maupun dialaminya secara langsung dan tidak langsung. Hasil pemikiran ini terwujud dalam untaian kata yang memiliki nilai estetis. Puisi merupakan ekspresi pengalaman batin (jiwa) penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang estetik. Objek puisi itu dapat berupa masalah-masalah kehidupan dan alam sekitar.

Judul               : Surat Cinta Enday Rasidin
Penulis            : Ajib Rosidi
Thn Terbit       : 2002
Cetakan ke      : Enam
Halaman         : 54
Jumlah Sajak  : 36
Penerbit         : PT Dunia Pustaka Jaya

Judul-Judul Sajak Kumpulan Puisi Surat Cinta Enday Rasidin


  • Surat Cinta Enday Rasidin
  1. Sepanjang Gununng Sahari
  2. Rindu
  3. Kepada Jakarta
  4. Sindanglau
  1. Di Luar Jamah Kesetian
  2. Pegunungan
  3. Telah Kutinjau
  4. Tanah Sunda
  5. ٢

    Bulan

10.  Surat Cinta Enday Rasidin

11.  Tanah Air II

12.  Ketetapan

13.  Diri Depan Kaca

14.  Kusaksikan Manusia

15.  Penyair

16.  Kalau Kau Datang

17.  Mohamad Rukman Karatawinata di Bali

18.  Perempuan

19.  Hari Demi Hari

20.  Dua Kota

21.  Istirahatlah, Wahai

22.  Begini Aku Sekarang

23.  Gambar D

24.  Pengakuan

25.  Putera Pajajaran

26.  L’Enfant Terrible

  • Lagu-lagu Orang Buangan

  1. Lagu Orang Buangan
  2. Lagu Duka Masa Kini
  3. Nyanyian Pensiunan
  4. Nyanyian Para Petani Jatiwangi
  5. Nyanyian Madhapi
  6. Tamu Malam
  7. Dewi Sukma Menghidupkan Lagi Mudinglaya
  8. Di Kusumah
  9. Nyanyian Dinihari

10.  Angin Agustus

Buku kumpulan puisi ini terdiri atas 36 sajak, yang masing-masing dikelompokan pada tema tertentu. Pada bagian pertama, yaitu Surat Cinta Enday Rasidin. Sajak-sajak panjang yang memiliki struktur lirik yang estetis. Persajakan yang seirama a-b-a-b dan a-a-a-a begitu rapi indah. Pemilihan diksi yang menarik, dan unik membawa imajinasi pembaca jauh lebih dalam. Pada pola-pola pemahaman dan pengekspresian yang variatif. Penyair mampu memaparkan susunan dan paduan kata yang menarik dan sederhana. Indah dengan majas yang sempurna dan ritme serta irama yang klasik. Memberikan pencitraan diri dan pengekspresian yang unik.

٣

Tema yang diangkat dalam kumpulan puisi pada kelompok puisi Surat Cinta Enday Rasidini ini jauh lebih ekspresif. Dengan gaya pencitraan penyair mengenai penggambaran kota-kota di Indonesia sebagai objek. Melalui paduan kata-kata yang indah, penyair menggambarkan kondisi dan keadaan di Indonesia. Mengenai sikap, perilaku, kebiasaan, kepercayaan, baik pula mengenai keindahan alam Indonesia maupun tentang simpulan untuk menjaga bumi pertiwi. Selain itu yang menjadi objek utama lainnya adalah pencitraan seorang perempuan. Menggambarkan kerinduan akan diri, akan kedudukan dan fungsi, mengenai pandangannya terhadap perempuan.

Ajib Rosidi merupakan penyair yang ekspresif, ia merupakan seorang penyair yang puitis dengan melahirkan balada-balada yang unik dalam kesastraan modern di Indonesia. Oleh karena itu Ajip Rosidi cenderung lebih banyak melontarkan curahan perasaanya yang ia alami. Lebih puitis dan sensitif akan diri dan perasaannya dalam menyampaikan lirik. Hal ini terlihat pada kumpulan-kumpulan puisinya yang lebih memaparkan apa yang ia rasakan, misalnya dalam puisi Rindu. Selain itu pada kumpulan puisi pada bagian ini tema yang diangkat pula mengenai diri, dan bagaimana diri atau sikap mengenai sikap mawas diri dan tentang kehidupan.

Selanjutnya pada bagian kedua, pada kumpulan puisi bagian Lagu-lagu Orang-Orang Buangan. Juga merupakan kumpulan puisi panjang yang menarik.Bahkan pada bagian ini memang kumpulan puisi yang didominasi kumpulan puisi panjang. Contohnya pada puisi Agustus yang dibuat hingga judul ke enam. Sajak-sajak puisi pula seirama, indah dan padan. Dominasi sajak ab-ab dan aa-aa yang memang indah dan rapi. Memberikan suasana bunyi yang seirama dan indah. Tema yang diangkat pada kumpulan puisi ini umumnya mengenai keputusasaan, kekecewaan, duka, kebimbangan, dan kesepian. Namun di bumbuhi pada kenyakinan dan semangat untuk bangkit dan terus melangkah.

٤

Puisi yang paling unik dan bernilai dari segi unsur musikalitas rima

Contohnya pada puisi:

Bulan

Cuma bulan mampu mencium hatiku

Bulan yang biru

Cuma perempuan bakal ngerti dukaku

Perempuan yang rindu

Puisi yang hanya memiliki empat baris, namun memiliki irama yang begitu indah, dengan unsur:

”bulan” dan ”hatiku”

”bulan ” dan ”biru”

”perempuan” dan ”dukaku”

”perempuan” dan ”rindu”

Bulan dimaknai sebagi bulan, yang mampu mengerti dan memahami. Bulan yang dirindukan merupakn seorang wanita. Puisi yang sederhana, namun memilik makna yang lugas, menarik perhatian dan begitu berkesan. Berikutnya pada puisi yang berjudul:

Mohamad Rukman Kartawinata di Bali

Kalau sekali aku pergi ke Bali

Tingkahku seorang pelancong sejati

Mengenakan topi anyam daun lontar

Keliling kota naik dokar

Kalau sekali aku pergi

Tingkahku seorang pelancong sejati

Menikmati gamelan sepanjang hari

Sambil tumpang kaki nonton tari

Kalau sekali aku pergi ke Bali

Tingkahku seorang pelancong sejati

Melihat gadis menyuhun sajen atas kepala

Mengiring pedanda menuju putra

Kalau sekali aku pergi ke Bali

٥

Tingkahku seorang pelancong sejati

Menyunting kembang merah atas telinga

Selendang sulam mengebut bahu

Kalau sekali aku pergi ke Bali

Tingkahku seorang pelancong sejati

Melihat perempuan mandi di kali

Jatuh hati enggan kembali

Sajak diatas memiliki irama dan ritme yang senada, dengan sajak yang rapi dan indah ab-ab. Pemilihan diksi yang sesuai dan kreatif, membuat indah tampilan sruktur puisi. Makna yang begitu menarik, dengan perumpaan yang indah dan sesuai. Mengunakan kata-kata yang sederhana, sehingga pembaca merasa mampu memahami dan melihat kondisi atau keadaan yang digambarkan oleh penyair.

Profil Singkat Ajip Rosidi

Nama:  Ajip Rosidi, anak sulung, ayah Dayim Sutawiria (1917-1990) dan ibu Hj. Sitti Konaah(1921-2000). Lahir: 31 Januari 1938 di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Karyanya banyak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, dimuat dalam bungarampai atau terbit sebagai buku, a.l. dalam bahasa Belanda, Cina, Inggris, Jepang, Perands, Kroatia, Rusia, dll. Bukunya yang dalam bahasa Sunda, a.l. Kanjutkundang(bungarampai sastera setelah perang disusun bersama Rusman Sutiasumarga, 1963), Beber Layar! (1964), Jante Arkidam (1967), DurPanjak! (1967), Ngalanglang K.asusastran Sunda(1983), Dengkleung De’ngde’k (1985), Polemik Undak-usuk Basa Sunda (1987), Haji Hasan Mustapajeung Karya-karyana (1988), Hurip Waras! (1988), Pancakaki (1996), Cupumanik Astagina (1997), Eundeuk-eundeukan (1998), Trang-trang Kolentrang (1999), dll.

By: Arinah Fransori

Diskusi:

email: cliquers_rina_potter@yahoo.co.id

About these ads

About FRANSORI

Unik person
This entry was posted in Bahasa dan Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s